
Jakarta – Festival tahunan di Thailand, Festival Songkran biasanya menandai perayaan meriah selama seminggu. Namun korban jiwa tahun ini menggambarkan gambaran yang jauh dari itu.
Meskipun hari libur Thailand ini terkenal di seluruh dunia sebagai ‘perang air terbesar di dunia’, namun angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi selama festival. Belum lagi kebiasaan mengemudi dalam keadaan mabuk, dan perilaku sembrono.
Mengutip News.com.au, dalam tiga hari pertama Songkran tahun ini, lebih dari 191 kematian telah tercatat dengan 951 kecelakaan dan 911 cedera. Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC), Yossapol Wenukoset, menyebutkan bahwa pada Senin saja terjadi 237 kecelakaan di seluruh Thailand, yang mengakibatkan 224 orang terluka dan 51 orang meninggal dunia.
Sementara dikutip dari Bangkok Post, kecelakaan berulang saat Fetsival Songkran itu menjadi perhatian pemerintah Thailand. Tahun ini, pemerintah menggelar kampanye keselamatan bertajuk “Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents” untuk menekan angka kecelakaan. Agenda itu dilakukan 10-16 April.
Wakil Juru Bicara Pemerintah, Lalida Persvivatana, mengatakan Kementerian Pariwisata dan Olahraga, bekerja sama dengan Biro Polisi Pariwisata dan lembaga terkait, memantau secara ketat keselamatan selama perayaan yang biasa disebut “Tujuh Hari Berbahaya” untuk meningkatkan kepercayaan di antara wisatawan domestik dan internasional.
“Tujuh Hari Berbahaya” mengacu pada periode kampanye keselamatan jalan di Thailand selama perayaan Songkran, di mana kecelakaan perjalanan biasanya meningkat tajam.
Ia menambahkan bahwa tujuh wisatawan asing terluka dalam kecelakaan terpisah selama periode yang sama, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan.
Lalida mengatakan Kementerian Pariwisata dan Olahraga terus memperkuat langkah-langkah keselamatan di area wisata utama, sambil berkoordinasi erat dengan semua instansi terkait untuk memastikan festival berjalan lancar.
“Pemerintah mendesak masyarakat dan wisatawan untuk mengemudi secara bertanggung jawab dan mematuhi prinsip ‘jangan minum dan mengemudi’ untuk memastikan bahwa festival Songkran tahun ini tetap menjadi acara yang aman dan menyenangkan bagi semua,” katanya.
—
Artikel mengenai Festival Songkran ini menjadi artikel terpopuler, Jumat (17/4/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Pakar UI: Bukan Sekadar Sampah, Bali Hadapi Krisis Sistemik 3.400 Ton per Hari
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons
Kibarkan Bendera Bizantium di Hagia Sophia, 2 Turis Ditangkap
Turis Asing Ketahuan Bawa Drone di Rinjani, Taman Nasional Siapkan Sanksi
Gandeng Malaysia, Uzbekistan Bidik 100 Ribu Wisatawan Indonesia pada 2027
Ambisi Besar Berujung Kegagalan: Kisah Ocean Flower Island, Dubai-nya China
Misteri Omah Balung di Surabaya, Tempat Menyimpan Jasad-jasad yang Tak Dikenal
Deretan Event Seni di Hong Kong yang Wajib Dikunjungi Tahun Ini