
Jakarta – Pembukaan Festival Songkran 2026 di Jakarta berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Acara ini resmi dibuka oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat menandai dimulainya rangkaian perayaan tahun baru khas Thailand tersebut di Tanah Air.
“Dengan beragam rangkaian acara, saya harap kalian bisa menikmati festival ini, musik Thailand, makanan Thailand dan air yang segar. Dengan ini saya mengumumkan rangkaian festival songkran 2026 resmi dibuka,” kata Prapan Disyatat, dalam sambutan pembukaan Festival Songkran 2026 di Kedutaan Besar Thailand, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Festival ini menjadi kali ketiga diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Thailand di Indonesia, sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk merasakan langsung suasana Songkran tanpa harus pergi ke Thailand.
Dalam sambutannya Duta Besar Thailand menjelaskan makna dari perayaan ini sebagai bentuk hangatnya kebersamaan dan memohon keberkahan sepanjang tahun 2026.
“Festival Songkran adalah saat dimulainya tahun baru Thailand dan hangatnya kebersamaan bersama keluarga. Rangkaian kegiatan hari ini adalah memandikan patung Budha untuk mendapatkan keberuntungan, dilanjutkan dengan menuangkan air meminta restu kepada yang lebih tua, dan acara utama yaitu bermain air sebagai simbol kegembiraan,” ujarnya.
Songkran sendiri diperingati setiap tanggal 13 April dan dirayakan selama tiga hari. Tradisi utamanya adalah ritual penyucian diri melalui air, yang melambangkan pembersihan dari hal-hal buruk serta harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.
Dalam festival ini, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari booth makanan khas Thailand, permainan interaktif, hingga workshop membuat lukchup, makanan tradisional berbentuk buah mini.
Selain itu, tersedia juga photobooth AI dengan pakaian tradisional Thailand yang tengah diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Duta Besar Thailand juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya tersebut.
“Untuk tahun ini kedutaan Thailand juga sudah menyiapkan rangkaian acara seperti Photobooth dengan pakaian tradisional Thailand dalam rangka menghormati yang maha mulia ibu ratu Sirikit sang ibu suri. Dimana yang mulia memiliki pendalaman dalam melestarikan pakaian tradisional ini, yang mulia juga memiliki peran penting dalam rangka menyebarkan pakaian Thailand ke dunia. Saat ini pakaian tradisional Thailand sedang diajukan ke UNESCO sebagai WBTb,” ujarnya.
Selain itu, salah satu tradisi penting yang diperkenalkan adalah ritual menyiram air ke patung Buddha dan menuangkan air ke tangan orang yang lebih tua. Tradisi ini dikenal sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu, mirip dengan konsep sungkeman dalam budaya Indonesia, sekaligus dipercaya membawa berkah dan keberuntungan.
Dalam sambutannya, Dubes Thailand juga menyampaikan terimakasih untuk antusiasme masyarakat Indonesia dalam mengikuti Festival Songkran 2026.
“Saya sangat senang mendengar bahwa lebih dari 1.000 masyarakat Indonesia yang antusias untuk mengikuti festival Songkran ini yang terjadi dalam waktu yang singkat. Namun karena keterbatasan tempat kami mohon maaf tidak dapat menyambut semuanya,” tambahnya.
“Kami berharap semuanya dapat berbahagia dan bisa menikmati peristiwa penting hari ini bersama kami dan keluarga agar bahagia sejahtera dan sehat selalu sepanjang tahun 2026,” jelas Prapan Disyatat.
Dengan tema ‘Songkran Rumahku, Thailand yang penuh Warna, keseruannya sampai ke Jakarta’ festival ini diharapkan mampu mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Thailand sekaligus memberikan pengalaman budaya yang berkesan bagi masyarakat.