Busan – Seorang turis China diduga jadi korban pelecehan seksual saat liburan di Korea Selatan. Dia mengaku dikencingi saat sedang tidur.
Polisi Kota Busan, Korea Selatan, tengah menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami seorang turis asal China. Pelecehan itu dilaporkan terjadi di sebuah penginapan.
Kasus itu mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial China, Weibo, pada Jumat (17/4), menjadi viral. Dalam unggahan itu, korban mengaku mengalami pelecehan dan penghinaan saat berada di wisma tempatnya menginap di Busan.
Kantor Polisi Busanjin menyebutkan bahwa laporan tersebut kini sedang ditindaklanjuti untuk mengklarifikasi kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Dalam unggahan yang sama, korban menyebut pelaku diduga merupakan seorang pria berkebangsaan Jepang. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa identitas dan motif pelaku masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Saya terbangun karena suara dan mendapati seorang pria Jepang menyentuh bagian tubuh saya,” tulisnya seperti dikutip dari Korea Joongang Daily pada Selasa (22/4).
“Ketika saya menyinari senter, saya melihat bahwa dia juga telah buang air kecil di tubuh saya, tempat tidur, dan barang-barang saya,” kata dia lagi.
Wanita itu mengklaim bahwa polisi tidak menerima laporannya. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar secara online, menarik lebih dari 30 juta tayangan hingga Sabtu.
Setelah unggahan tersebut, polisi mengkonfirmasi bahwa laporan telah diajukan dan penyelidikan sedang berlangsung.
Menurut polisi, pada Rabu (15/4/2026), sekitar pukul 05.00 waktu setempat, ada laporan mengenai insiden di sebuah wisma di Distrik Busanjin, Busan, yang menyebut seorang tamu pria asal Jepang diduga buang air kecil di tempat tidur dan barang-barang milik tamu wanita.
Kamar tersebut adalah kamar asrama campuran pria dan wanita yang ditempati oleh enam orang.
Polisi mengatakan petugas segera dikirim setelah menerima laporan dan mengambil tindakan awal, termasuk memisahkan mereka yang terlibat, menilai tempat kejadian, mengumpulkan keterangan, dan mengamankan rekaman CCTV. Wanita tersebut mengatakan kepada polisi bahwa ia merasa dipermalukan secara seksual akibat insiden tersebut.
Polisi mengatakan pria tersebut akan hadir untuk diinterogasi dan telah menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. Informasi ini juga telah disampaikan kepada wanita tersebut.
“Pihak berwenang saat ini sedang memverifikasi fakta berdasarkan keterangan dan bukti, termasuk apakah kasus tersebut merupakan tindak pidana seksual,” kata polisi.
Kamar tersebut adalah kamar asrama campuran pria dan wanita yang ditempati oleh enam orang.
Polisi mengatakan petugas segera dikirim setelah menerima laporan dan mengambil tindakan awal, termasuk memisahkan mereka yang terlibat, menilai tempat kejadian, mengumpulkan keterangan, dan mengamankan rekaman CCTV. Wanita tersebut mengatakan kepada polisi bahwa ia merasa dipermalukan secara seksual akibat insiden tersebut.
Polisi mengatakan pria tersebut akan hadir untuk diinterogasi dan telah menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. Informasi ini juga telah disampaikan kepada wanita tersebut.
“Pihak berwenang saat ini sedang memverifikasi fakta berdasarkan keterangan dan bukti, termasuk apakah kasus tersebut merupakan tindak pidana seksual,” kata polisi.