
Badung – Terletak di sepanjang Semenanjung Bukit Bali yang terjal, Uluwatu adalah surga bagi peselancar dunia. Pantai ini dikenal sebagai destinasi surfing terbaik.
Uluwatu adalah lokasi selancar bagi para surfer tingkat lanjut. Itu karena ombak karangnya yang konsisten dan memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
Akses menuju lokasi selancar ke pantai ini bisa melalui sebuah gua di bawah tebing yang langsung menuju ke laut. Gerbang alami ini menambah nuansa petualangan yang menantang pada pengalaman berselancar.
Namun sejak kapan Uluwatu jadi destinasi surfing? Uluwatu menarik peselancar dari seluruh dunia dan memiliki sejarah yang dimulai sejak tahun 1970-an ketika pertama kali terlihat dari udara.
Destinasi ini mulai populer, setelah dirilisnya film Morning of the Earth karya Albert Falzon dan David Elfick pada 1972
Morning of the Earth terkenal sebagai salah satu film selancar terbaik sepanjang masa. Tidak seperti banyak film selancar modern, film klasik ini menceritakan kisah nyata yang sebenarnya, alami, tanpa setingan.
Film ini juga menandai lahirnya generasi baru peselancar, yang meninggalkan papan selancar panjang tradisional dan beralih ke papan selancar pendek yang lebih modis dan mudah dikendalikan.
Dalam film ini diceritakan, di Bali, sepasang peselancar muda telah menemukan ombak baru. Ini adalah beberapa cuplikan pertama dari Uluwatu, dengan Steven Cooney yang berusia 14 tahun dari Narrabeen Australia, berselancar bersama mantan juara selancar AS, Rusty Miller.
Film itu kemudian menginspirasi peselancar kidal Wayne Lynch untuk berselancar di Uluwatu pada 1973. Wayne Lynch mengenang pengalaman berselancar pertamanya di Uluwatu pada tahun 1973.
Ia datang bersama peselancar Australia, Peter Troy, yang kemudian tertusuk papan selancar di punggung dan hampir mengalami kelumpuhan akibat insiden itu.
“Uluwatu dianggap tabu oleh masyarakat Bali,” kenang Lynch.
“Itu adalah tempat roh dan Anda tidak boleh pergi ke sana. Mereka terkejut dan khawatir akan keselamatan kami. Kematian Bob Laverty dan cedera yang dialami Peter menegaskan kembali apa yang telah mereka katakan kepada kami. Itu menyeramkan. Maksud saya, saat itu sangat mencekam. Tidak ada orang di sekitar,” ucap dia.
Kisah Wayne Lynch membuat peselancar terkenal Gerry Lopez dan Rory Russel, pada 1974 melakukan perjalanan dari kampung halamannya di Hawaii untuk mencoba ombak di sana.
Gerry Lopez atau juga dikenal ‘Mr. Pipeline’ mendokumentasikan keindahan ombak kiri Uluwatu yang masih asri dan sepi itu dalam film Chasing The Lotus (1975), yang membuat Uluwatu semakin viral, akhirnya membuka jalan bagi spot-spot selancar lainnya di Bali.
“Ombaknya ada setiap hari,” kenang Lopez.
“Sempurna. Tidak ada orang di sekitar… seperti mimpi,” ujar dia.