Jakarta – Merayakan momen kemenangan dengan makan enak sebenarnya boleh-boleh saja. Namun selain harus menjaga agar porsinya tidak berlebihan, juga penting memastikan pola makan serba enak tersebut tidak berlanjut hingga hari-hari berikutnya.
Nutrisionis Rita Ramayulis mengatakan, dampak makan enak saat lebaran sedikit banyak akan berdampak pada sistem metabolisme. Jika berlanjut, maka berbagai gangguan pada sistem metabolisme bisa jadi bumerang bagi kesehatan secara keseluruhan.
“Sekarang kan di Indonesia namanya penyakit jantung dan stroke masih pembunuh nomor satu. Itu berawal dari pola makan yang tinggi gula, tinggi garam, tinggi lemak, yang tiga-tiga ini akan kita temukan di lebaran,” terang Rita dalam program detikSore, Jumat (20/3/2026).
Ia juga mengingatkan, Indonesia memiliki proporsi jumlah pengidap diabetes mellitus yang cukup tinggi dibanding negara lain. Artinya, orang Indonesia punya risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit tersebut.
“Pengaturan pola makan itu harus dilakukan kapan saja, di mana saja, menjadi bagian dari kehidupan,” pesannya.
