KOMPAS.com – Bubur ayam adalah salah satu menu makanan yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia. Tentunya, bubur ayam yang banyak dijual oleh pedagang kaki lima atau gerobakan di pinggir jalan, menjadi salah satu pilihan menu sarapan praktis. Hidangan ini juga banyak dijual pada sore hari menjelang malam, ketika orang-orang mulai mengakhiri aktivitas hariannya.
Tak hanya itu, beberapa orang juga membuat bubur ayam sendiri di rumah dengan kreasinya masing-masing.
Kota-kota Indonesia pun memiliki angka konsumsi bubur ayam per kapita per minggu terbanyak. Hal tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang dirilis pada Januari 2026.
Lantas, kota mana saja yang masyarakatnya paling “doyan” bubur ayam?
Kota dengan konsumsi bubur ayam terbanyak Berdasarkan data BPS terbaru, Kota Jakarta Pusat, Jakarta menjadi kota dengan konsumsi bubur ayam tertinggi. Jakarta Pusat mencatatkan 0,901 porsi per kapita per minggu, atau 0,901 porsi setiap orang dalam seminggu. Artinya, satu orang di Jakarta Pusat mengonsumsi setidaknya seporsi bubur ayam hampir setiap minggu. Kemudian, peringkat kedua diisi oleh Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dengan 0,693 porsi per kapita per minggu. Setelah itu, disusul oleh Kota Jakarta Selatan, Sukabumi, Jakarta Barat, Bandung, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Banjarmasin, dan Bogor.
Lebih rinci, ini 15 kota paling doyan bubur ayam: Jakarta Pusat Porsi: 0,901 per orang/minggu. Tasikmalaya Porsi: 0,693 per orang/minggu. Jakarta Selatan Porsi: 0,496 per orang/minggu. Sukabumi Porsi: 0,493 per orang/minggu. Jakarta Barat Porsi: 0,492 per orang/minggu. Bandung Porsi: 0,485 per orang/minggu. Jakarta Utara Porsi: 0,475 per orang/minggu. Jakarta Timur Porsi: 0,470 per orang/minggu. Banjarmasin Porsi: 0,462 per orang/minggu. Bogor Porsi: 0,456 per orang/minggu. Serang Porsi: 0,446 per orang/minggu. Tangerang Selatan Porsi: 0,439 per orang/minggu. Tangerang Porsi: 0,404 per orang/minggu. Cimahi Porsi: 0,389 per orang/minggu. Pontianak Porsi: 0,333 per orang/minggu.